Review Komik Kesa Mo Yuraretemasu. Akhir November 2025, komik Kesa mo Yuraretemasu kembali jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar romcom ringan setelah Seven Seas Entertainment mengumumkan rilis volume pertama berbahasa Inggris. Serial karya Eiji Masuda ini, yang mulai diserialkan di Bessatsu Shonen Champion sejak Februari 2024, sudah tembus lebih dari 30 chapter dengan rating rata-rata 7.5 di platform baca populer. Berlatar di kereta commuter pagi hari, cerita ini campur elemen slice-of-life dan romansa polos, di mana sekelompok penumpang diam-diam jadi “tim suporter” untuk cinta remaja yang malu-malu. Bagi pembaca baru, ini seperti angin segar di tengah manga berat—cerita sederhana tapi bikin tersenyum seharian. REVIEW FILM
Ringkasan Cerita yang Manis: Review Komik Kesa Mo Yuraretemasu
Setiap pagi pukul 6:58, stasiun Sakuranomiya ramai oleh para commuter yang buru-buru naik kereta. Di antara mereka, seorang cowok SMA pemalu dari sekolah berbeda selalu curi-curi pandang ke cewek yang duduk di seberang. Sudah berbulan-bulan, romansa tak terucap ini jadi hiburan rahasia bagi tiga penumpang tetap: seorang ibu rumah tangga, karyawan kantor, dan pensiunan yang sering ngobrol pelan sambil “analisis” situasi. Cowok itu gampang grogi, tak pernah berani dekati, sementara ceweknya cuek tapi sesekali balas senyum. Hingga chapter terbaru, cerita sudah masuk arc di mana suporter-suporter ini mulai campur tangan halus—lewat saran anonim atau “kecelakaan” kecil—untuk dorong mereka bicara. Plotnya ringan, penuh momen awkward yang relatable, tapi tak ada drama berlebih; ini soal bagaimana cinta kecil lahir dari rutinitas harian.
Karakter yang Relatable dan Lucu: Review Komik Kesa Mo Yuraretemasu
Cowok utama, yang masih tanpa nama resmi tapi dijuluki “Si Pemalu” oleh suporter, adalah tipe remaja standar: pintar tapi kikuk soal cewek, selalu overthink setiap tatapan. Ceweknya, dengan senyum misterius dan earphone favorit, jadi magnet emosional—ia tak polos total, tapi cukup cuek untuk bikin pembaca penasaran motifnya. Yang bikin cerita unik adalah trio suporter: ibu-ibu yang bijak tapi usil, karyawan yang kasih tips pacaran ala drama TV, dan kakek yang cerita pengalaman masa muda. Mereka bukan side character; chapter khusus dari sudut pandang mereka tambah lapisan humor, seperti saat mereka debat siapa yang harus “dorong” duluan. Semua tokoh punya sisi manusiawi—dari kegagalan romansa masa lalu hingga harapan sederhana—bikin pembaca ikut rooting untuk semuanya, bukan cuma pasangan utama.
Seni dan Pacing yang Pas
Gaya gambar Eiji Masuda khas romcom: panel dinamis untuk momen kereta goyang (judulnya mainkan kata ganda “yuraretemasu” untuk getaran dan hati berdebar), dengan ekspresi wajah over-the-top yang bikin tawa meledak. Latar belakang stasiun dan kereta digambar detail tapi tak bertele-tele—fokus pada interaksi kecil seperti tatapan curi-curi atau obrolan bisik-bisik. Pacingnya santai, chapter pendek cocok dibaca sambil sarapan, tanpa filler panjang; setiap isu majukan romansa sambil tambah side story suporter. Kritik kecil dari pembaca adalah cameo dari karya Masuda sebelumnya yang kadang terlalu obvious, tapi itu justru easter egg menyenangkan. Secara keseluruhan, seni ini dukung tema: kehidupan sehari-hari penuh keajaiban kecil yang tak terlihat.
Kesimpulan
Kesa mo Yuraretemasu adalah romcom yang lembut tapi ngena, mengingatkan bahwa cinta pertama sering lahir dari momen biasa seperti naik kereta pagi. Dengan pasangan pemalu sebagai jantung cerita, suporter usil yang curi perhatian, dan pacing ringan, serial ini pas buat melepas penat akhir tahun. Di November 2025, saat volume Inggris rilis dan chapter baru janjikan pengakuan dramatis, komik ini bisikkan: kadang, dorongan kecil dari orang asing justru ubah segalanya. Kalau lagi cari manga yang bikin hati hangat tanpa ribet, mulai dari chapter satu—kau mungkin ikut deg-degan seperti di kereta itu.
You may also like

Review Komik Estio

Review Komik F-Class Destiny Hunter

Leave a Reply